
Akhir pekan Januari 2008, terinspirasi program “Stop Global Warming” konferensi di Nusa Dua Bali Desember 2007, saya kembali menggoes sepeda MTB dengan menaklukan “Segitiga Bermuda” berikut petikan kisahnya :
Segitiga Bermuda, jangan dibayangkan kayak isu global tentang wilayah lautan di Samudra Atlantik yang alkisah banyak mengandung kisah-kisah mistik. “Segitiga Bermuda” merupakan ‘sandi’ perjalanan ekspedisi penaklukan tiga bukit di Bandung Utara dengan bersepeda MTB, yakni bukit di wilayah Parongpong-Lembang dan Punclut.
Kisah menggenjot sepeda dimulai dari kantor sekitar jam 07.30 wib, saya ditemani rekan se kantor setia menemani. Start perjalanan dari lokasi di Gerlong terus merangkak merambah wilayah Parongpong yang diapit bukit-bukit kecil. Sepanjang lokasi yang dilewati terhampar kebun-kebun tanaman siap jual, seperti strawberry, tanaman hias maupun ladang pangan bahan pokok.

So tentu harus sopan-santun sepanjang perjalanan bertemu warga setempat yang sedang sibuk dengan berbagai aktifitasnya. Pemandangan yang menarik ketika melewati perumahan elit setelah Sapu Lidi. Perjuangan nan berat ketika harus menembus jalan tanjakan kira-kira setengah kilometer menjelang kota Lembang, duch kerasa kaki dh mulai keram, tetap plan harus sesuai target kataku dalam hati. Ditemani semangat dan cucuran keringat sampai juga di kota Lembang. Aku pun jadi teringat buku “best seller Reza M Syarief Life Excellence”, jika kita fokus dan yakin dalam menggapai keinginan ataupun cita-cita hidup pasti akan terwujud.
Kota Lembang pun dilalui, terlihat toko-toko, kios makanan muapun berbagai kebutuhan hidup lainnya dapat dijumpai. Kebetulan kami berdua mampir sebentar di toko sepeda MTB, menanyakan spare part sepeda yang ingin dicari. Kemudian kami lewati pasar Lembang dengan berbagai kesibukannya. Episode ini kembali berlanjut tuk menuju bukit Punclut, dengan kepiawaiannya rekan kerjaku lewat jam terbang yang lebih baik memberi komando ke arah itu. Yach.. dengan rute menurun tentu mengasyikkan sebab kayak naik pesawat “F16 “ meluncur terus ke arah bawah dari Lembang ke Punclut, lewati beberapa desa maupun kampung. Pemandangan begitu menawan ketika terlihat kota Bandung terhampar luas di bawahnya..

Tantangan terlihat lagi, mau tahu? Harus melewati seperti lembah yang diapit dua bukit, tentu diawali menuruni bukit hingga sampai di dataran, dilanjutkan tanjakan yang tinggi banget kurang lebih 600 meter. Wuich capek dech..he..he..
Kembali memori ku teringat buku “Gede Prama yang baru kubaca (Konsultan SDM yang ternama) berjudul “Sukses dan Sukses, Sukses di Perjalanan dan Tempat Tujuan.” Yach aku pun dan rekan berjibaku tuk nyampe Punclut. Alhamdullilah dengan kesabaran nyampailah di Punclut. Sesuai agenda adzan duhur telah sampai di lokasi. Dilanjutkan dengan sarapan siang di warung makan, maklum bahan bakar kami berdua ya makanan dan minuman, bukan BBM ..he..he.. jadi harus di suplai lagi. Sambil menyantap “ayam goreng dan tahu tempe” kembali suasana kota Bandung jelas terlihat dari Punclut dan dapat dinikmati. Setelah beres kami kembali mengayuh sepeda tuk kembali ke kantor, melewati rute Rumah Sakit Dr Salamun, Seskoad maupun jalan Setiabudi. Tepat pukul 13.30 wib, kami berdua kembali ke kantor. Yach episode penaklukan “Segitiga Bermuda” memberikan inspirasi bahwa jika kita berjuang dengan keyakinan, kesabaran dan keberanian tentu tujuan akan tercapai. ***sm







Wah ada photo pasangan pembalap nasional asal Wates dan Pangandaran dari klub balap sepedah gerlong
wah……calon atiet nich teman kita…..moga sukses ya,siapa tau entar ikutan seagame di bejing cina…..hehehe…hehehe
wah lewat sapu lidi? berarti dekat trinity yah?
asiiik ada 2 sasaran tembak nih
wew..
asyiknya… jadi ngacai punya sepeda.
selain menyehatkan juga mnyenangkan.
* mode iri = on *
=P
Subhanalloh pa lee noya menaklukan parongpong yang banyak tanjakan sunggh luar biasa,begitu semangatnya hingga punclut pun ditaklukan salut buat palee noya kembangkan bakatmu ya…….
kaykanya nih kayaknya…..
ada yang betisnya kayak pengemudi becak.
Padat dan berisi. hihihihihi
Aww..
Wah… Saya bisa membayangkan bagaimana mengasyikkannya perjalanan itu
karena beberapa pekan yang lalum saya dan kawan-kawan juga melakukan perjalanan yang cukup mengasyiokkan sekaligus melelahkan …
Ke daerah rumah stroberi..
ampe disana makan tahu, rujak petis… dan juice strawbery..
sayang saat itu Mas lagi kerja…
Mari Semangat Bersepeda…
Hua..hua..
www
better by bike…
love bike 4ever,,,
cayooo….
Udah nonton film The 11Th Hour ? Film ini tentang Global warming . Bagus dan wajib ditonton buat orang yang peduli akan Pemanasan global
Wah… ternyata ada petualang sejati nih… asyiiik banget bersepedanya…jadi pengeen…
Cerita yang sangat menarik, sayang kemampuan physik Aki diyakini tidak akan menunjang bila ikutan route yang dilalui ini. Sukses selalu deh ……..