“Mat 1429 H ya..” Moga Tahun baru hijriyah ini.. membawa keberkahan bagi kita semua.. amiin”. Edisi kali ini berkisah “ Impian jadi Kenyataan” dengan latar belakang kisah, “Sahabatku dapet beasiswa S2 FE UI.”
Awal januari 2008 kemaren saya berkesempatan mengunjungi kampus Universitas Indonesia di kawasan Salemba Jakarta Pusat. Di area kampus itu, ditemui beberapa fakultas, antara lain Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Magister Manajemen maupun Fakutas S2 Ekonomi.
Maksud kedatangan ke kampus, bertemu sahabat dekat yang menempuh studi S2 Ekonomi. Setelah beberapa saat menunggu di aula kampus kira-kira jam lima sore dia pun menyapa dengan senyum nya yang khas ,” Piye kabare?”.. artinya (gimana kabarnya..) “Sobatku ini dari Yogya wajar jika dialeknya pakai logat jawa, baik jawabku”.. Kemudian aku sampaikan maksud kedatanganku di Jakarta, tuk keperluan ke suatu instansi. Ia pun memahami dan aku pun mohon ijin tuk bermalam di kosnya, dia pun menggangguk tanda setuju.
Sahabatku ini, biasa dipanggil haryanto, dulu waktu SMA kami sama-sama satu kelas hingga persahabatan itu masih langgeng hingga kini. Setelah berbincang sesaat, ia pun mengajakku ke kosnya. Menjelang magrib kami tiba di kosnya. Setelah shalat magrib dan makan malam, kami pun mulai berbincang. Ia mulai memaparkan kisahnya, “Dimulai dari keramaian tahun baruan 2008 di Jakarta, kisah awal karirnya, suka-duka hidup di kota metropolitan hingga kisah ajaib dapat beasiswa S2 nya.”
Yang membuat aku terkesima ketika, “menuturkan kisah tuk dapat besiswa S2”. Rekanku ini kebetulan bekerja menjadi abdi Negara alias PNS Pemda Jateng. Bermula dari penerimaan besiswa Bappenas, sobat ku ini memilih kampus UGM maupun UNDIP. Setelah disetujui ia pun mulai pada tahap persiapan tes awal, yakni belajar TOEFL maupun TPA. Dimulai lewat browsing internet tuk dapat bahan ujian hingga membeli buku-buku TOEFL & TPA. Yang buat aku sedikit taruh simpati pada sobatku ini, “Sambil belajar baca buku-buku bahan ujian dirumahnya, ditambah kesibukan ngasuh dua anaknya yang masih balita.”
Dapat dibayangkan mau konsentrasi belajar, diganggu dua buah hatinya.. Perjuangan tuk mengejar beasiswa, tak cuma itu aja. Bermula ketika tahapan tes awal telah terlewati, yakni dua pilihan kampus favorit idamannya,tak tercapai. Ditambah lagi ia pun sadar bahwa hasil belajarnya pada tahap tes awal juga tidak maksimal. Namun secercah kebahagiaan masih menggeliat dihatinya, ketika panitia dari Bappenas justru memilihkan agar ia studi ke S2 FE UI saja, itu juga masih nunggu formasi akhir dulu. Kembali terpaan cobaan datang dari rekan-rekan kerjanya, mereka justru tidak mendukung sobatku ku ini ketrima di UI, bahkan ada yang meledek, “tidak mungkin” bisa ketrima.
Dari berbagai cobaan yang ditemui rekan deketku ini, justru terus berusaha tuk sabar dan senantiasa berdoa, moga diberikan yang terbaik bagi masa depannya. Betul juga sepanjang kita ikhlas dalam menjalani proses kehidupan ternyata, akhirnya panitia Bappenas memutuskan sobatku ketrima di S2 FE UI. Wach tentu rekan-rekan kerjanya terkejut, “kenapa itu bisa ya”… Kini sobatku ini menikmati perjuangannya dengan menekuni studi tersebut.
Uraian kisah ini sebenarnya memberikan pelajaran bagi saya juga bahwa impian bisa jadi kenyataan, asal kita jalani dengan iklhas dan senantiasa memohon ke ridhoan dari – Nya.







Allah telah memberikan yang terbaik untuk sahabat kamu. Maka teruslah berbaik sangka dengan Allah karena Dia tidak pernah salah.
Berarti harus ada buah hati dulu pak supaya S2, hehe
Semoga bertamnbahnya ilmu dibarengi dengan bertambahnya pemahaman dan semangat untuk terus memajukan ummat dari keterpurukan ini
ya mungkin mas kmu harus bersabar to sahabat kamu sebagai contoh nya bisa juga……..ayo buktikan kamu juga bisa.
menikah, istri, buah hati, & cobaan.. adalah bagian dari energy kehidupan yang mendorong penuh pencapaian cita-cita.. hee kaya’ guru ae..
setuju mas Hady.. ayo kita juga bisa..
salam dari surabaya.. lama ga mampir..
jangan lupa pesanan bulanannya.. jangan ampe telat tgl 15
Senengnya dapet beasiswa S2…
Hehe..
Dibalik Setiap kesulitan ada Kemudahan…
Di balik setiap kesulitan ada Kemudahan…
Thank you for sharing this…
doakan juga ya
mudah2an bisa ikuti jejaknya
mendapatkan beasiswa untuk s2
wish ma dream come true
anyway thanks for sharing
Subhanallah…
Sy ikut bahagia dg sahabatmu
Semoga sy jg bisa mengikuti jejaknya utk bisa S2 dg biaya beasiswa.
Sy pernah ikut penerimaan beasiswa S2 tp Allah belum mempercayakan sy tuk sekolah lg, mudah2 thn ini or thn depan Allah mengabulkan do’a&keinginan sy tuk sekolah lg. amin.
Kegagalan adalah enjoy yg tertunda…(hehe iklan bgt)
Kegagalan adalah pengalaman berharga dlm hidup tuk mengawali sgl halnya dgn persiapan yg lbh baik
Kegagalan bg qta mungkin itu yg terbaik bg qta…ya berhusnuzonlah, krn belum tentu keberhasilan seseorang akan suatu hal merupakan yg terbaik bg qta.
Di dunia ini gk ada yang terjadi secara kebetulan.Semua terjadi atas kehendak Allah ya kan “bro” ato “sis”.Dimana ada kemauan, disitu ada jalan.UpZ…tapi ada jalan yang lurus, ada juga yang berkelak-kelok plus tikungan tajam…hati2 ada jurang juga…he he he…kok teror nie.Makanya kita selalu minta ma Allah bahwa “Tunjukanlah bahwa yang benar itu memang benar dan berilah kekuatan untuk melaksanakan kebenaran itu dan tunjukkanlah bahwa yang salah itu memang salah dan berilah kekuatan untuk menjauhi kebatilan tersebut”
oke kan doanya…med nyoba decH